Showing posts with label Interview. Show all posts
Showing posts with label Interview. Show all posts

Pertolongan Pertama Ketika Menghadapi Stres


Roslina menjelaskan pertolongan pertama ketika stres menyerang adalah dengan menenangkan tubuh. Namun untuk mendapatkan kondisi rileks ini tidak sama bagi setiap orang. “Butuh pendekatan yang berbeda-beda,” jelas Roslina. So ladies, berikut beberapa kegiatan apa saja yang bisa Anda pilih untuk merilekskan pikiran dan tubuh. Simak!
Do Mental Vacation
Ingin lari dari stres dalam waktu yang cukup singkat? Imajinasikan tempat yang Anda sukai. Menemukan tempat yang Anda sukai bisa berupa destinasi liburan impian hingga memori manis di masa lalu. Biarkan otak Anda membayangkan tempat itu dengan jelas, mulai dari perasaan Anda hingga detail terkecil seperti aroma. Lakukanlah visualisasi ini sampai pikiran menjadi lebih tenang dan Anda pun bisa tersenyum kembali.
Turn on The Music
Musik dapat membantu Anda untuk lebih rileks. Pilihlah musik yang membangkitkan semangat Anda, dan yang menjelaskan masalah yang Anda lalui saat ini. Atau bisa juga musik yang membuat Anda tersenyum karena mengingatkan Anda tentang kenangan-kenangan indah masa lalu. Dengan memilih lagu yang tepat, Anda dapat meningkatkanmood dalam waktu yang relatif singkat.
Deep Breathing Meditation
Ketika mulai stres, biasanya Anda akan bernapas dengan lebih cepat. Untuk menenangkan diri, coba deh untuk menarik napas yang panjang dan dalam. Tariklah napas secara berulang melalui perut, bukan dari dada. Melakukan meditasi akan mengurangi ketegangan otot-otot Anda, dan menyediakan oksigen yang sangat berguna untuk menjernihkan pikiran.
Write Out Your Thought
Dengan kertas dan pena, Anda bisa melawan stres dengan mudah. Caranya? Pergilah ke tempat yang tenang dan mulailah tuliskan hal-hal positif yang pernah Anda alami dalam hidup. Merubah fokus Anda dari pikiran negatif menuju pikiran yang positif dapat membuat feeling Anda menjadi lebih baik dengan seketika.
Make a Relaxing Tea
Ketika beban kerja sudah berlebihan, ada baiknya Anda memilih minuman yang bisa menenangkan. Secangkir teh hangat yang harum bisa membantu menenangkan Anda. Bahkan dalam salah satu studi ditemukan bahwa orang yang meminum teh lebih bahagia dibandingkan yang tidak. Selain itu, dengan membuat teh berarti Anda mendapatkan waktu sejenak untuk menenangkan diri, dan juga memberikan Anda kesempatan berkonsentrasi kembali untuk memecahkan masalah yang ada.
Namun harus diingat  beberapa cara di atas hanya merupakan pertolongan pertama ketika menghadapi stres. “Untuk melepaskan diri dari stres, yang harus Anda lakukan adalah menyelesaikan masalah secara tuntas,” jelas Roslina. So, don't run from your problems—face them!!

CARA MEMPERKENALKAN DIRI SAAT WAWANCARA KERJA




Cara memperkenlakan diri saat wawancaa kerja – Bila perkenalan diri yang dilakukan awal melamar kerja melalui suatu berkas yang disebut dengan CV atau daftar riwayat hidup, dalam tes wawancara kerja Anda akan memperkenalkan diri secara langsung. Memperkenalkan diri dalam tes wawancara kerja ini tidaklah harus selengkap apa yang telah Anda tuliskan dalam sebuah CV, saat pihak perusahaan meminta Anda untuk memperkenalkan diri kembali, cukup Anda hanya meyebutkan tiga hal yang tedapat dari data riwayat hidup yang telah diberikan yaitu nama, latar belakang pendidikan serta pengalaman kerja yang Anda miliki.
Cara Memperkenalkan Diri yang Baik Saat Wawancara Kerja

Pada saat memperkenalkan diri dalam sesi wawancara kerja , tentu tidak hanya dari cara bicara dan jawaban yang Anda berikan mereka nilai, akan tetapi keseluruhan diri Anda kan mereka perhatikan, maka untuk tes wawancara kerja ini sangat perlu persiapan yang maksimal. Tujuan dari pihak perusahaan kenapa mereka menyuruh pelamar untuk kembali memperkenlakan diri mereka yaitu untuk meyakinkan kembali apakah yang tertulis dalam CV tersebut benar atau hanya kiasan. Apa yang tertulis dalam berkas lamaran dalam tahapan tes ini harus dibuktikan. Agar perkenalan diri yang akan nanti Anda lakukan bisa diterima baik oleh pihak perusahaan, dalam memperkenalkan diri saat wawancara kerja Anda harus memperhatikan beberapa hal berikut ini
  • Memakai pakaian yang cocok dengan lingkungan kerja
  • Datang lebih awal dari waktu wawancara kerja, cara ini guna untuk membantu Anda untuk merapihkan penampilan, dan menenangkan diri untuk menyesuaikan dengan lingkungan.
  • Rapihkan kembali penampilan Anda baik itu pakain dan rambut, perhatikan diri Anda jangan sampai memalukan di depan HRD.
  • Pastikan nafas Anda segar. Kunyahlah permen atau penyegar nafas sebelum Anda masuk ruangan wawancara.
  • Ketika dipanggil, tarik nafas sejenak untuk meminimalisir rasa grogi dalam diri.
  • Berdiri dan melangkah dengan tenag, tebarkan senyuman jika pewawancraa melihat Anda.
  • Tegaskan saat berjabat tangan dan pasang wajah yang menyenangkan
  • Jika pewawancara berbicara “Senang bertemu dengan Anda,” maka Anda harus mengatakan, “Terima kasih. Senang bertemu Anda juga, Pak/Bu.”
  • Jangan duduk sebelum dipersilahkan
  • Duduk dengan rilex dan posisi duduk benar, tidak menyandar dan menunduk, begitupun posisi tangan dan kaki Anda perhatikan.
  • Bersikap sopan dan jangan menunjukan ketegangan
  • Saat berbicara untuk memperkenalkan diri, buat kontak mata dengan pewawancara,terlebih jika yang
  • mewawancarai Anda lebih dari satu orang, ajak komunikasi kedua pewawancara tersebut dengan kontak mata yang Anda lakukan.
  • Berbica dengan jelas dan gunakan bahasa yang baik.
  • Apa yang dibicarakan HRD dengarkan dengan baik , jangan memotong pembicaraan mereka. Jikapun ada yang kurang dipahami Anda bisa bertanya setelah mereka selesai berbicara.
Itulah beberapa hal yang harus Anda perhatikan untuk cara memperkenalkan diri saat wawancara kerja di awal perkenalan diri, cobalah berlatih dan terapkan poin diatas agar saat wawancara yang sesunguhnya Anda sudah terbiasa untuk melakukan hal itu, jika hanya dibaca bisa mungkin saat wawancara nanti Anda akan lupa. Salam sukses

Tips Cara Mengurangi Rasa Gugup Saat Interview


Sering kali rasa gugup bisa datang karena ketidaksiapan kandidat menjalani wawancara kerja. Dalam beberapa masalah tersebut,sering kali membuat diri kita tidak bias tampil maxsimal. Untuk karena itu, ini beberapa saran/tips dalam mengurangi rasa gugup pada saat interview :


           Lakukan praktek interview kerja sehari sebelum wawancara dimulai.

Lakukan praktek interview kerja bersama teman atau keluarga Anda. Cobalah untuk menjawab pertanyaan dari mereka seolah-olah Anda sedang melakukan interview. 

Pertanyaan umum yang sering ditanyakan saat wawancara adalah seperti berikut:

1. “Mengapa kami harus mempekerjakan anda?”

Ini adalah peluang untuk “menjual” diri anda. Uraikan dengan singkat dan jelas   kelebihan yang anda miliki, kualifikasi anda dan apa saja yang dapat anda lakukan  untuk perusahaan tersebut. Berikanlah jawaban yang memperlihatkan keunikan yang anda miliki.


2. “Apa yang anda ketahui tentang perusahaan ini?”

      Ketika pertanyaan ini dikeluarkan, anda diharapkan mampu mendiskusikan produk atau pelayanan, pendapatan, reputasi, pandangan masyarakat, sejarah dan filosofi perusahaan. Tekankan keunggulan perusahaan dan minat anda terhadap hal tersebut.

3. “Apa kelemahan dari diri anda?”

      Rahasia dalam menjawab pertanyaan di atas adalah dengan berkata jujur mengenai kelemahan anda, tapi jangan lupa menjelaskan bagaimana anda menyikapi kelemahan tersebut. Hal ini memperlihatkan bahwa anda memiliki kemampuan dalam mengenali aspek yang perlu diperbaiki dan inisiatif dalam memperbaiki diri anda.

4. ”Apa kelebihan anda ?’

      Sering kali kita binggung dalam pertanyaaan seperti ini, tapi dalam konteks lainnya ini merupakan pertanyaan yang bias membuat para penginterview tertarik pada anda. Anda jelaskan tentang skill yang anda bisa, yang pernah membohongi penginterview dengan cerita anda, karena penginterview pasti sudah pengalaman dalam mengetahui cerita asli maupun palsu.

- Rilekskan otot.

        Bila sudah tiba di hari wawancara, biasanya anda diminta untuk menunggu sebentar karena banyaknya kandidat wawancara kerja yang datang pada hari itu. Seringkali, menunggu justru membuat seseorang semakin tegang. Hal yang sebaiknya anda lakukan adalah tarik nafas dalam-dalam, kemudian merilekskan otot tangan, bahu atau leher dengan singkat.


Semoga cara persiapan diri yang dapat dilakukan dalam mengatasi grogi dan gugup pada saat interview

Wawancara Kerja Soal Gaji


Wawancara Kerja Soal Gaji – Ketika Anda melamar suatu pekerjaan , pastinya Anda akan menghadapi yang namanya sesi wawancara kerja. Bagian ini merupakan satu proses yang sangat menentukan bagi pelamar kerja, apakah Anda bisa diterima bekerja di perusahaan tersebut atau tidak setelah mengetahui standar kualifikasinya.
Dan perlu Anda ketahui, negosiasi gaji ada pada saat proses wawancara kerja. Lantas apa yang harus dilakukan? “Dalam proses wawancara, perusahaan akan mencari orang paling tepat atau paling mendekati sesuai ‘kebutuhan’ perusahaan. Seseorang diterima atau tidak bukan karena bodoh atau tidak bodoh, mampu atau tidak mampu. Paling utama adalah kandidat tersebut tepat atau tidak dengan kebutuhan perusahaan,” kata Ami Siamsidar, Konsultan Psikologi Senior pada Dr Sarlito & Co. Bisa jadi, ada kandidat sangat cerdas atau memiliki kemampuan lebih, tapi justru tidak diterima lantaran melebihi kualifikasi perusahaan.
Permohonan besarnya gaji juga akan menjadi pertimbangan yang kuat apakah Anda sebagai pelamar kerja tepat atau tidak untuk dio terima. “Sebab selain disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan, penerimaan tenaga kerja juga disesuaikan dengan kemampuan perusahaan,” kata Ami. Pembicaraan besaran gaji biasanya dilakukan di akhir wawancara. “Di sini biasanya perusahaan akan menanyakan gaji yang diminta kandidat. Tapi bisa juga luput dari pertanyaan. Atau, justru itu trik untuk tidak ditanyakan akibat saking tertariknya atau sebaliknya, tidak tertarik pada kandidat,” jelasnya.
Untuk persoalan gaji ini, Anda boleh saja menanyakan secara langsung terkait plafon perusahaan, kira-kira berapa imbalan yang akan diterimanya jika sudah bekerja. “Dengan bahasa standar, pertanyaan tersebut bukan sesuatu yang mengejutkan bagi pewawancara. Jadi wajar saja menanyakan standardisasi gaji perusahaan,” katanya. Justru dengan bertanya demikian, kandidat akan mudah mempertimbangkan nilai gaji yang diinginkan. Idealnya, lanjut Ami, seorang kandidat (berpengalaman kerja) telah memiliki standardisasi gaji. Semua dipertimbangkan sesuai kemampuan kerja dan referensi yang dimiliki, hingga bisa menentukan berapa minimal gaji yang seharusnya didapat.
“Kita harus punya kisaran gaji kira-kira berapa, dan bermainlah dalam kisaran tersebut. Jangan berspekulasi dan mencoba-coba menyampaikan permintaan gaji di atas atau di bawah kisaran,” ujar psikolog yang juga aktivis LSM ini. Menurut Ami, menentukan standar gaji bagi diri sendiri adalah lebih realistis dibanding berspekulasi atau bermain-main dengan nilai. Ukur besarnya gaji yang diminta sesuai kemampuan kerja. Jangan sembarang menetapkan nilai, tapi sampaikan berdasarkan pertimbangan-pertimbangan pribadi: kemampuan kerja, referensinya bagaimana, dengan memperbandingkan dari sejumlah informasi. “Itu jauh lebih mudah diterima,” tandasnya.
Kembali lagi, yang paling aman adalah menanyakan bujet yang ditawarkan untuk jabatan yang dilamar. “Di situ kita bisa melihat apakah ancer-ancer yang sudah kita persiapkan jauh di bawah standar atau di atas standar. Jadi kita bisa tahu peluangnya,” jelas Ami. Dalam menyampaikan gaji sesuai keinginan, kita juga harus mempertimbangkan kebutuhan kita untuk transportasi dan uang makan. Berapa jumlah yang dibutuhkan di luar gaji pokok?
Oleh karena itu, Ami menuturkan, saat ada panggilan wawancara, segera perhitungkan ongkos transportasi dan makan. Jangan sampai salah hitung hingga belakangan baru kaget gajinya terlalu kecil, lalu baru sebulan memilih mundur. “Itu tidak fair, karena perusahaan mencari tenaga dengan harapan bisa mendapatkan tenaga kerja jangka panjang,” jelasnya.


Pertanyaan - pertanyaan yang membingungkan dalam Interview.


Sering kali kita bingung untuk menjawab apa dalam pertanyaan yang simple tetapi membingungkan. Sering membuat kita merasa kesal ketika setelah interview itu selesai kita mendapatkan jawaban terbaik untuk itu.
Di bawah ini merupakan contoh pertanyaan yang membingungkan pada saat interview :

1.   Ceritakan tentang diri anda
Kelihatannya pertanyaan terbuka ini digunakan sebagai pertanyaan pemanasan untuk memberikan kesempatan kepada Anda agar bersinar. Namun tahan godaan untuk bercerita tentang sejarah hidup Anda. Yang diharapkan oleh pewawancara adalah dua atau tiga menit jawaban singkat mengenai siapa Anda dan mengapa Anda adalah kandidat terbaik untuk pekerjaan ini. Jadi berikan respons yang relevan dengan posisi yang Anda lamar.

2. Berapa gaji yang Anda harapkan?
Anda harus melakukan riset sebelum wawancara mengenai rata-rata gaji untuk posisi yang Anda lamar. Jika mungkin, cobalah balik bertanya kepada pewawancara mengenai gaji yang ditawarkan. Biasanya mereka akan memulai dengan angka lebih rendah dari gaji sebenarnya karena mereka ingin mempertahankan biaya murah. Jadi, jika Anda dipaksa untuk menyebutkan angka, berikan angka dalam bentuk kisaran demi menghindarkan diri Anda dari pertentangan.
  
3.Bagaimana jika Anda bekerja di sini selama lima tahun dan tidak dipromosikan? Banyak karyawan kami yang tidak mendapatkan itu. Apakah Anda akan merasa frustasi?
Saya menganggap diri saya orang ambisius, tapi aku juga seorang yang praktis. Selama saya terus belajar dan tumbuh dalam posisi saya, saya akan bahagia. Setiap perusahaan mempromosikan orang pada tingkat yang berbeda, dan saya cukup yakin bahwa dengan bekerja disini akan membuat saya termotivasi dan terstimulasi untuk beberapa tahun yang akan datang.

4.Dari resume Anda, sepertinya Anda dipecat dua kali. Bagaimana perasaan Anda akan hal tersebut?
Setelah saya sembuh dari ‘shock’ kedua kali itu akan membuat saya merasa lebih kuat. Memang benar bahwa saya dipecat dua kali, tapi saya juga berhasil bangkit kembali kedua kali. Jika pekerjaan ini memberi saya tanggung jawab lebih, membayar saya dengan lebih banyak uang, dan saya berada di perusahaan yang lebih baik. Maka semangat saya sangat tinggi disini.

5. Berapa jam dalam seminggu Anda biasanya bekerja, dan mengapa?
Saya biasa bekerja selama berjam-jam dengan waktu cukup panjang. Dengan adanya tambahan waktu ini, saya akan mencoba untuk menemukan cara guna ‘menambah nilai’ pada setiap tugas yang saya kerjakan. Ketika klien membaca laporan dari perusahaan ini, saya ingin mereka berpikir bahwa tidak ada yang bisa melakukan pekerjaan tersebut kecuali perusahaan ini.

6. Mengapa kami harus memilih Anda?
Ini bisa jadi pertanyaan mematikan sekaligus mematahkan peluang Anda mendapatkan pekerjaan tersebut. Cara Anda menjawab bergantung dari penelitian pewawancara, harapan, dan persyaratan mereka. Jadi yang sebenarnya ditanyakan adalah 'Apa yang bisa Anda lakukan untuk perusahaan ini?’ Karena itu, jawaban Anda haruslah merespons keinginan tersebut.

7. Apakah lebih penting untuk menjadi beruntung atau terampil?
Saya pikir itu lebih penting untuk menjadi beruntung, meskipun menjadi sangat terampil dapat membantu untuk menciptakan lebih banyak peluang.

8. Kapan Anda berpikir Anda akan mencapai puncaknya dalam karir Anda?
Saya seorang yang sehat, kuat, bermental untuk selalu aktif, jadi saya tidak pernah berpikir soal mencapai puncak dalam karir saya. Saya pikir yang penting adalah seberapa pengetahuan yang ada dalam diri saya.

9. Mengapa Anda meninggalkan pekerjaan Anda yang dulu?
Anda tahu bahwa ini akan diajukan sewaktu-waktu, jadi siapkan jawaban Anda terlebih dulu. Aturan mainnya adalah selalu mengingat sisi positif dari pekerjaan dan perusahaan Anda yang dulu. Sebab Anda tak akan pernah tahu mungkin Anda harus kembali. Selain itu, kemungkinan Anda juga membutuhkan referensi dari bekas atasan Anda kan? 

10. Apakah Anda menganggap diri seorang pemimpin?
Oh, ya, tentu saja. Saya memiliki semua kualitas seorang kepemimpinan. Saya seorang yang ekstrover, tapi saya juga bisa menjadi pendengar yang hebat. Saya menganggap diri saya sebagai seorang yang mempunyai ide yang besar, tetapi saya juga bisa keras kepala dan praktis bila diperlukan.

11. Dapatkah Anda menjelaskan pekerjaan apa yang menjadi impian Anda?
Ini adalah pekerjaan impian saya dan itulah sebabnya saya berada disini.

12.Apakah Anda lebih suka mendapatkan izin dari atasan Anda sebelum melakukan sebuah proyek baru?
Selama minggu pertama saya di tempat kerja, saya akan bertanya atasan saya bagaimana dia akan memilih saya untuk menangani proyek. Jika dia bilang dia ingin saya untuk menjalankan ide yang pertama, saya akan mematuhi. Saya pikir tantangan yang nyata adalah mampu beradaptasi dengan lingkungan kerja Anda, dan saya orang yang fleksibel.

13. Jika Anda adalah sebuah mobil, sebatang pohon, seekor binatang, Anda ingin jadi apa?
Membingungkan memang, tetapi beberapa pewawancara berkukuh bertanya mengenai pertanyaan seperti itu. Tidak ada jawaban benar atau salah. Pewawancara hanya ingin mengetes reaksi Anda saat tertekan untuk melihat apakah Anda bisa mengatasi hal-hal tidak terduga demi melihat sisi lain dari kepribadian Anda. Jangan terpaku pada dampak dari tipe mobil yang Anda katakan, tapi sadarlah bahwa Anda akan diminta untuk menjelaskan pilihan Anda.

14. Apakah Anda akan bersedia untuk memulainya dari posisi entry-level lagi?
Kadang-kadang Anda perlu mengambil langkah mundur untuk memindahkan karir Anda ke depan. Dimulai pada peran entry-level akan memungkinkan saya untuk mempelajari bisnis Anda dari bawah ke atas.

15. Bagaimana rekan kerja Anda di tempat lama menjelaskan tentang diri Anda?
Pertanyaan ini adalah sinyal bahwa pewawancara menyukai Anda dan benar-benar berpikir untuk mengontak atasan lama Anda untuk meminta referensi. Ini adalah waktu bagi Anda untuk memilih dengan saksama orang yang Anda harapkan bisa memberikan referensi. Jadi jawablah pertanyaan ini dengan cara yang Anda harapkan atasan Anda akan merespons.

16. Apakah sebuah perusahaan membutuhkan pekerja B (kedua)? Atau lebih baik hanya memiliki pekerja A (utama) pada level staf, dan mengapa?
J: Saya percaya bahwa perusahaan perlu keduanya yaitu pekerja A dan B. Ketika Anda melempar bisnis baru, Anda ingin pekerja A di lini depan. Namun di balik pekerja A ini, Anda memerlukan yang B yang bisa menuntaskan rincian proyek dan menyerahkan tongkat pekerjaan sehari-harinya kepada mereka. Memiliki terlalu banyak pekerja di tim A akan mengarah pada bentrok ego dan tidak teratur

17. Apa tujuan Karier mu ?

Ceritakan tentang apa tujuan mu, dan sisipkan ide unik pada tujuan mu itu agar penginterview tertarik padamu sehingga ide mu itu tidak dianggap hanya omong kosong.

Semoga Artikel ini bermamfaat guys

Arti Tujuan Fungsi dalam Wawancara dan Arti Interview


Wawancara kerja adalah sebuah proses yang harus dilalui oleh seorang calon karyawan setelah  mengajukan lamaran kerja pada peprusahaan
Pengertian Wawancara
Wawancara atau interview merupakan sebuah  percakapan yang terjadi antara 2 orang atau lebih dengan tujuan untuk mendapatkan informasi melalui percakapan berupa pertanyaan yang diajukan pihak pewawancara.
Sedangkan wawancara kerja (interview) biasa dilakukan pihak perusahaan terhadap calon karyawannya, dalam usaha untuk mengumpulkan atau mengetahui informasi dari calon karyawan terkait kemampuan, keterampilan maupun kepribadian para calon karyawannya sehingga perusahaan dapat menemukan karyawan yang tepat dalam posisi yang dibutuhkan
Hasil wawancara akan sangat menentukan seorang calon karyawan bisa diterima atau tidaknya bekerja diperusahaan tersebut. Adapun pertanyaan-pertanyaan yang diajukan pewawancara secara umum tidak jauh dari catatan para calon karyawan seperti yang tertera dalam surat lamaran (daftar riwayat hidup) atau pengalaman kerja.
Tujuan Wawancara Kerja
Tujuan wawancara kerja secara umum yang biasa dilakukan pihak perusahaan untuk mengetahui potensi atau kemampuan karyawan sesuai bidang atau posisi pekerjaan sesuai yang dinginkan.
Sebaiknya sebelum wawancara atau menjawab pertanyaan pewawancara mengetahui terlebih dahulu serta mengenal lebih banyak posisi atau bidang pekerjaan yang kita inginkan, dengan demikian akan memudahkan anda menjawap pertanyaan yang diajukan dengan benar.
Berikut ini beberapa tujuan Wawancara Kerja yang perlu dikertahui :
1. Kemampuan Dan Keterampilan
Dalam melakukan seleksi karyawan baru banyak perusahaan menerapkan kebijakan melalui serangkaian tes awal yang mencakup kompetensi sesuai kebutuhan perusahaan, termasuk sesi wawancara, hal itu dilakukan untuk mengetahui potensi dan kemampuan calon karyawan sesuai bidang yang dibutuhkan.
Bahkan, seorang calon karyawan yang sudah dinyatakan diterima dan mulai bekerja sekalipun, masih belum lepas dari serangkai tes, misalnya setelah dianggap lulus wawancara karyawan masih harus melalui proses magang (taraining) dalam jangka waktu sesuai ketentuan perusahaan.
2. Motivasi Kerja 
Pada umumnya, tujuan utama bagi pencari kerja atau karyawan karena ingin mendapatkan penghasilan, walaupun hal itu tidak ada yang salah sebagai dorongan untuk meningkatkan semangat, namun pada saat wawancara sebaiknya perlu berhati-hati saat pewawancara bertanya seputar motivasi anda ingin bekerja pada perusahaan tersebut.
Beberapa pertanyaan yang sering kita jumpai dalam wawancara, misalnya, Apa motivasi anda ingin bekerja diperusahaan kami? Kenapa anda berhenti bekerja di perusahaan yang lama, Pendapat anda kenapa kami harus mempekerjakan anda dalam posisi ini?
Dari beberapa pertanyaan tersebut terlihat ada keterkaitan pertanyaan satu dengan yang lainnya dan seperti menuntut jawaban bahwa anda bekerja jangan hanya sekedar untuk mendapatkan penghasilan atau gaji tapi anda harus memberikan kontribusi kepada perusahaan dengan demikian perusahaan akan memberikan apa yang anda inginkan
3. Kesesuain Dan Etika Kerja 
Selain untuk mengetahui kemampuan dan motivasi calon karyawan, perusahaan juga perlu mengetahui kepribadian pelamar apakah punya kepribadian yang sesuai dengan budaya kerja yang berlaku di perusahaan tersebut misalnya kemampuan bekerja dalam team dan sebagainya
Wawancara  kerja sebanarnya merupakan bentuk pembuktian atau klarifikasi terhadap apa yang tertulis dalam surat lamaran atau cv, sehingga bisa menjadi lesempatan baik bagi pelamar untuk menunjukkan dan menjelaskan secara langsung terkait kemampuan, pengalaman atau  faktor lain yang dimiliki untuk lebih meyakinkan perusahaan bahwa anda sebagai kandidat yang cocok untuk posisi yang dibutuhkan.
  
§  Jika di lihat secara umum, wawancara kerja juga memiliki tujuan serta fungsi yang sebenarnya, dan tujuan dari wawancara kerja adalah:

1. Untuk mengetahui kepribadian pelamar
2. Mencari informasi relevan yang dituntut dalam persyaratan jabatan
3. informasi tambahan yang diperlukan bagi jabatan dan perusahaan
4. Membantu perusahaan untuk mengidentifikasi pelamar-pelamar yang layak untuk      
    diberikan penawaran kerja.